Sahabat,
orang yang bisa dibilang amat sangat dekat dengan kita..
orang yang bisa dibilang amat sangat mengerti kita..
orang yang bisa dibilang amat sangat membuat kita nyaman..
orang yang bisa dibilang selalu menemani kita, baik kita di puncak kejayaan maupun di saat keterpurukan..
Namun,
kata “sahabat” itu sendiri bisa dibilang sama halnya dengan cinta..
Kedua orang (atau lebih) yang bersahabat, harus saling meyakini kalo ia memang sahabat kita..
karna rasa persahabatan satu arah (yang artinya, hanya di satu sisi yang mengakui bahwa ia adalah sahabatnya), sama halnya dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan..
Karna, apa yang sudah ia lakukan, apa yang sudah ia perbuat untuk sahabatnya, tidak pernah mendapatkan apresiasi yang lebih..
atau mungkin, apa yang telah ia lakukan dianggap angin lalu..
Sahabat,
adalah sosok seorang yang dianggap sudah sangat terbuka dengan kita..
dan sepatutnya, sebagai sahabat yang baik, kita juga terbuka dengan sahabat kita sendiri..
Mau kita lagi sebel, BT, atau lagi beribet sendiri, sudah sepatutnya sahabat ada di samping kita..
Tapi, mungkin ada waktunya, orang yang bersahabat tidak berjalan bersama, karna mungkin butuh waktu sendiri..
dan pada saat itulah, sahabat juga seharusnya mengerti, bahwa mungkin ia sedang sibuk dan tidak mau membebani sahabatnya sendiri..
Tapi, sebagai seorang sahabat, kita seharusnya menerima kembali sahabat kita ketika ia sudah mulai merasa tenang..